Memulai Generasi Jujur
kusutnya hubungan KPK-Polri bikin semua orang bingung, mana yang benar, dan mana yang salah.
Kalo ada satu kejadian dengan argumen yang bertolak belakang spt itu, menurut itungan matematika sederhana ada satu kepastian kesimpulan, yaitu : Minimal satu pihak bohong.
Oiya, bohong mungkin terlalu kasar, kita ubah dengan TIDAK JUJUR.
Mereka orang2 hebat, tapi kenapa bisa tidak jujur?
Saya punya anak kecil. Dia belum ngerti apa2, tapi dia udah mulai tahu apa yang benar dan salah.
Beberapa kali saya liat dia sulit makan, kadang dibujuk supaya mau makan.
Saya berpendapat, kalo anak nggak mau makan, mesti ada apa2nya, nggak bisa dipaksa. Dan ternyata benar, dia muntah, keluarlah isi perutnya. Artinya, dia tidak lapar. Siapa yang ngisi perutnya dengan makanan yang beraneka ragam? Bukankah kita sendiri?
Setelah perutnya kosong, dia makan dengan lahap. Balik lagi... dia masih bersih, belum bisa berbohong, dan masih jujur.
Balik lagi ke sulit makan.
Kalo rayuan kita yang masih jujur tidak manjur, kita mulai nambah2... "ayo makan, nanti kita naek becak..." atau "ayo makan, tuh temennya sudah nunggu di luar..."
Atau dengan ancaman... "kalo nggak makan, kamu nggak boleh ini - itu.."
Padahal, kita nggak punya niat ngajak dia naek becak....
Padahal, kita sendiri nggak liat ada temennya di luar....
Padahal, kalo nggak makan pun dia boleh ini-itu...
Bohong adalah tidak sesuainya isi hati dengan ucapan kita! Kita bisa berkilah, tapi hati kita nggak... kecuali kalo kita biasa nggak jujur!
Dengan trik spt itu, dia mau makan.... tapi sebenernya... nggak cuman nasi yang dimakan, melainkan ketidakjujuran kita.
Saya bilang ke pengasuh anak saya, "lebih baik nggak makan daripada dibohongin.."
Ada akibat apabila anak kita sering dibohongi meskipun sepele...
1. Dia akan jadi pembohong...
2. Kita tidak akan dipercaya...
Kita ingin anak kita adalah anak yang jujur, apabila kita menjanjikan sesuatu, DO IT!!! LAKSANAKAN MESKIPUN BERAT!!!!
Jangan sampe kita cuman omong doang, hanya bisa mengungkapkan wacana yang nggak ada artinya.
Semua dimulai dari kita mendidik anak kita...
Dan sebelum ini... semua dimulai dari kita... sebagai orang tua....
Apabila kita masih meneruskan kebiasaan orang tua kita yang tidak jujur... mari kita ubah sekarang....!!!
Apakah mau anak kita jadi pembohong spt yang lain, spt generasi2 kita sebelumnya? Bukankah semua berasal dari keluarga? Lebih baik dipercaya oleh anak kita, daripada anggun di masyarakat tapi dianggap omong kosong oleh anak2 kita.
Mudah2an Tasniim bisa menjadi cahaya kejujuran bagi lingkungannya, dan khususnya bagi keluarganya...
Kalo ada satu kejadian dengan argumen yang bertolak belakang spt itu, menurut itungan matematika sederhana ada satu kepastian kesimpulan, yaitu : Minimal satu pihak bohong.
Oiya, bohong mungkin terlalu kasar, kita ubah dengan TIDAK JUJUR.
Mereka orang2 hebat, tapi kenapa bisa tidak jujur?
Saya punya anak kecil. Dia belum ngerti apa2, tapi dia udah mulai tahu apa yang benar dan salah.
Beberapa kali saya liat dia sulit makan, kadang dibujuk supaya mau makan.
Saya berpendapat, kalo anak nggak mau makan, mesti ada apa2nya, nggak bisa dipaksa. Dan ternyata benar, dia muntah, keluarlah isi perutnya. Artinya, dia tidak lapar. Siapa yang ngisi perutnya dengan makanan yang beraneka ragam? Bukankah kita sendiri?
Setelah perutnya kosong, dia makan dengan lahap. Balik lagi... dia masih bersih, belum bisa berbohong, dan masih jujur.
Balik lagi ke sulit makan.
Kalo rayuan kita yang masih jujur tidak manjur, kita mulai nambah2... "ayo makan, nanti kita naek becak..." atau "ayo makan, tuh temennya sudah nunggu di luar..."
Atau dengan ancaman... "kalo nggak makan, kamu nggak boleh ini - itu.."
Padahal, kita nggak punya niat ngajak dia naek becak....
Padahal, kita sendiri nggak liat ada temennya di luar....
Padahal, kalo nggak makan pun dia boleh ini-itu...
Bohong adalah tidak sesuainya isi hati dengan ucapan kita! Kita bisa berkilah, tapi hati kita nggak... kecuali kalo kita biasa nggak jujur!
Dengan trik spt itu, dia mau makan.... tapi sebenernya... nggak cuman nasi yang dimakan, melainkan ketidakjujuran kita.
Saya bilang ke pengasuh anak saya, "lebih baik nggak makan daripada dibohongin.."
Ada akibat apabila anak kita sering dibohongi meskipun sepele...
1. Dia akan jadi pembohong...
2. Kita tidak akan dipercaya...
Kita ingin anak kita adalah anak yang jujur, apabila kita menjanjikan sesuatu, DO IT!!! LAKSANAKAN MESKIPUN BERAT!!!!
Jangan sampe kita cuman omong doang, hanya bisa mengungkapkan wacana yang nggak ada artinya.
Semua dimulai dari kita mendidik anak kita...
Dan sebelum ini... semua dimulai dari kita... sebagai orang tua....
Apabila kita masih meneruskan kebiasaan orang tua kita yang tidak jujur... mari kita ubah sekarang....!!!
Apakah mau anak kita jadi pembohong spt yang lain, spt generasi2 kita sebelumnya? Bukankah semua berasal dari keluarga? Lebih baik dipercaya oleh anak kita, daripada anggun di masyarakat tapi dianggap omong kosong oleh anak2 kita.
Mudah2an Tasniim bisa menjadi cahaya kejujuran bagi lingkungannya, dan khususnya bagi keluarganya...